Mobil Listrik Makin Terjangkau, Ke Mana Pasar Kita Menuju?

GIIAS 2026 baru saja tutup kemarin di ICE BSD (09 Agustus 2026). Sebelas hari, 37 mobil baru diperkenalkan, dan lebih dari 65 merek ikut serta. Dari semua yang dipajang di sana, mobil listrik yang paling banyak menyita perhatian. Saya ingin bercerita tentang gambaran pasar di sana.

“Pameran otomotif itu semacam etalase masa depan. Dari sana kita bisa membaca ke mana pasar akan bergerak beberapa tahun ke depan.”

Pilihannya Sekarang Jauh Lebih Banyak

Tahun ini ada 43 merek mobil penumpang yang ikut pameran. Sepuluh di antaranya baru pertama kali hadir di GIIAS. Sebagian besar merek baru itu membawa mobil listrik.

Buat calon pembeli, ini kabar bagus. Makin banyak yang berjualan, makin banyak pilihan, dan harganya saling bersaing. Sepuluh tahun lalu mobil listrik di Indonesia bisa dihitung jari. Sekarang dalam satu pameran saja sudah ada puluhan model.

Harganya Sudah Seperti Mobil Biasa

Ini perubahan yang paling besar. Di GIIAS 2026, mobil listrik paling murah dijual Rp155 juta. Itu harga mobil kecil biasa yang tiap hari lewat di depan rumah kita.

Saya kumpulkan harga mobil listrik yang diumumkan resmi selama pameran. Ternyata separuhnya ada di bawah Rp250 juta. Harga tengah-tengahnya sekitar Rp299 juta.

Rp155 juta kelas termurah di pameran Rp299 juta harga tengah mobil listrik Rp438 juta kelas atas, jumlah terbatas HARGA MOBIL LISTRIK DI GIIAS 2026 Separuhnya di bawah Rp250 juta
Gambaran harga mobil listrik di GIIAS 2026. Yang termurah Rp155 juta, yang paling banyak ada di kisaran Rp299 juta.
Harga mobil listrik yang diumumkan resmi selama GIIAS 2026 (dalam juta rupiah)

Ini mirip cerita telepon genggam dulu. Awalnya cuma orang tertentu yang punya. Sekarang hampir semua orang pegang. Mobil listrik sedang lewat jalan yang sama.

Baterainya Justru Dibuat Lebih Ringkas

Banyak orang mengira mobil listrik keluaran baru pasti baterainya makin besar. Yang terjadi justru sebaliknya.

Mobil-mobil baru di GIIAS 2026 memakai baterai ukuran 30 sampai 68 kWh saja. Dan yang paling ramai diminati justru yang baterainya paling kecil.

Anggap saja baterai itu tangki bensin. Mobil yang cuma dipakai antar anak sekolah dan pergi kerja tidak butuh tangki sebesar bus. Tangki yang pas membuat mobilnya lebih murah, lebih ringan, dan lebih hemat. Pabrikan sudah membaca kebutuhan itu.

Yang Paling Diminati Justru yang Paling Murah

Panitia mengumumkan mobil listrik yang paling sering dicoba pengunjung di area test drive. Hasilnya Wuling Aira EV — mobil yang harganya Rp155 juta itu tadi.

Bukan yang paling canggih. Bukan yang jarak tempuhnya paling jauh. Yang paling terjangkau. Ini petunjuk cukup jelas ke mana pasar mobil listrik kita bergerak: ke mobil keluarga untuk pemakaian sehari-hari dalam kota.

Merek Baru Bertambah, Merek Lama Tetap Dipercaya

Ada satu hal menarik. Merek pendatang jumlahnya sekarang hampir separuh dari seluruh peserta. Tapi ketika panitia mengumumkan booth favorit pilihan pengunjung, yang menang justru kebanyakan merek lama. Dari 16 kategori, merek Jepang meraih sembilan.

Jadi pasar kita sedang menimbang dua hal sekaligus: pilihan baru yang menarik, dan kepercayaan lama yang sudah terbangun bertahun-tahun. Seperti warung baru buka di sebelah rumah. Ramai dilihat orang, tapi sebagian tetap belanja di warung langganan. Kepercayaan memang tumbuhnya pelan, dan itu wajar.

Lalu Bagaimana Mengisi Dayanya?

Pertanyaan ini yang paling sering sampai ke saya: ngecas mobil listrik itu ribet tidak?

Untuk pemakaian sehari-hari, tidak. Kalau sehari kita jalan 40 kilometer — itu sudah termasuk jauh untuk dalam kota — listrik yang dibutuhkan cuma sekitar 6 kWh. Pakai charger bawaan mobil yang 2,2 kW, selesai kurang dari 3 jam. Colok habis magrib, sebelum tidur sudah penuh.

kWh meter rumah Charger bawaan 2,2 kW colok setelah pulang kerja 3 jam cukup untuk pemakaian 40 km sehari Rp10.800 perkiraan biaya listrik per hari 125 km hasil ngecas semalam penuh
Ngecas di rumah dengan charger bawaan. Untuk pemakaian sehari-hari, ini sudah cukup tanpa perlu ke SPKLU.
Biaya per hari
Rp10.800
tarif R-2, pemakaian 40 km
Biaya per bulan
Rp324 rb
perkiraan, 30 hari
Ngecas semalam
125 km
9 jam, charger 2,2 kW
Berapa persen baterai terisi kalau ngecas semalam penuh dengan charger bawaan 2,2 kW

Lihat grafiknya. Makin ringkas baterainya, makin penuh terisi dalam semalam. Jadi mobil listrik terjangkau yang sekarang banyak di pasar itu justru paling cocok dicas di rumah sendiri.

Satu Hal yang Perlu Disiapkan di Rumah

Charger bawaan mobil menarik daya 2,2 kW. Jadi sebelum membeli, ada baiknya kita cek dulu berapa daya listrik rumah kita.

Perlu naik daya
Rumah 1.300 VA
Daya rumah masih di bawah kebutuhan charger. Naikkan dulu sebelum mobil datang.
Sebaiknya naik daya
Rumah 2.200 VA
Bisa, tapi hampir tidak ada sisa. Nyalakan setrika atau AC sedikit saja, MCB bisa turun.
Sudah siap
Rumah 3.500 VA
Masih ada sisa daya untuk lampu, kulkas, dan alat rumah lain sambil ngecas semalam.

Naik daya itu urusan sekali saja, dan sekarang prosesnya mudah. Sama seperti dulu banyak rumah naik daya waktu mulai memasang AC. Sekarang alasannya berganti jadi mobil.

Pendapat saya: program bantuan pembelian mobil listrik akan lebih terasa manfaatnya kalau dibarengi kemudahan naik daya listrik. Dua-duanya berjalan bersama, supaya pembeli baru bisa langsung menikmati mobilnya sejak hari pertama.

Ke Mana Pasar Kita Menuju?

Dari semua yang saya lihat di GIIAS 2026, ini tiga perkiraan saya untuk beberapa tahun ke depan:

  • 1
    Mobil listrik akan jadi mobil harian keluarga Baterai ringkas dan harga terjangkau paling cocok untuk antar anak, pergi kerja, dan belanja. Banyak keluarga akan memakainya untuk dalam kota, sambil tetap punya mobil bensin untuk perjalanan jauh.
  • 2
    Colokan di rumah dan tempat parkir akan makin menentukan Karena kebanyakan orang cukup mengisi daya semalam di rumah, ketersediaan colokan yang layak di rumah dan di parkiran kantor akan lebih menentukan kenyamanan pemilik dibanding jumlah SPKLU di jalan.
  • 3
    Naik daya listrik akan jadi hal biasa Ini kesempatan bagus buat PLN dan pemerintah menyiapkan layanannya dari sekarang, terutama di perumahan yang penghuninya mulai banyak membeli mobil listrik bersamaan.

Angka Resminya Masih Kita Tunggu

Sampai tulisan ini saya buat, panitia belum mengumumkan berapa jumlah pengunjung dan berapa banyak mobil yang dipesan selama pameran.

Sebagai gambaran, GIIAS 2025 didatangi 485.569 orang dengan 38.929 unit mobil dipesan, senilai Rp11,8 triliun. Kira-kira 8 dari 100 pengunjung yang langsung memesan di lokasi. Sisanya membandingkan dulu, lalu membeli belakangan.

Pengunjung GIIAS 2025
485.569
orang selama pameran
Mobil dipesan
38.929
unit, senilai Rp11,8 triliun
Memesan di lokasi
8 dari 100
pengunjung yang hadir

Angka pasti GIIAS 2026 kita tunggu bersama. Tapi arah pasarnya sudah cukup terbaca: mobil listrik sedang bergeser dari barang mewah menjadi mobil harian, dengan pilihan yang makin banyak dan harga yang makin ramah di kantong.

Catatan: perhitungan biaya memakai tarif listrik golongan R-2/TR sebesar Rp1.699,53 per kWh yang berlaku triwulan III 2026, dengan anggapan jarak 40 km sehari, konsumsi sekitar 7 km per kWh, dan efisiensi pengisian 90 persen. Angka 8 dari 100 dihitung dari 38.929 unit pesanan dibagi 485.569 pengunjung GIIAS 2025. Semua angka ini untuk gambaran, bukan hasil pengujian.

Dukung Blog Ini
Hubungi haidarahmad.id
Referensi
  1. GAIKINDO. Popularitas Mobil Listrik kian Berkibar di Pameran Otomotif GIIAS 2026, 5 Agustus 2026. gaikindo.or.id
  2. GAIKINDO. Beberapa Model Mobil Listrik Baru Meluncur di Pameran Otomotif GIIAS 2026, 30 Juli 2026. gaikindo.or.id
  3. Kompas Otomotif. Resmi Ditutup, GIIAS 2026 Jadi Momen Peluncuran 37 Kendaraan Baru, 8 Agustus 2026. otomotif.kompas.com
  4. detikOto. Bikin Penasaran, Ini 3 Mobil Paling Sering Dijajal di GIIAS 2026, 9 Agustus 2026. oto.detik.com
  5. ANTARA. Catat, Daftar Mobil Listrik Bawah Rp200 Juta Mejeng di GIIAS 2026, 3 Agustus 2026. otomotif.antaranews.com
  6. Bisnis Indonesia. GIIAS 2026 Siap Digelar, Ini Daftar Merek yang Bakal Tampil (nilai transaksi dan jumlah SPK GIIAS 2025), 26 Mei 2026. otomotif.bisnis.com
  7. Republika. Fenomena Pengunjung di GIIAS 2026: Tak Semua Rojali (jumlah pengunjung GIIAS 2025), 1 Agustus 2026. ekonomi.republika.co.id
  8. Kementerian ESDM. Jaga Daya Beli, Menteri ESDM: Tarif Listrik Tidak Naik (Tarif Tenaga Listrik Triwulan III 2026), 30 Juni 2026. esdm.go.id
  9. PT PLN (Persero). PLN Operasikan 4.655 SPKLU, Permudah Mobilitas Kendaraan Listrik, 8 Februari 2026. web.pln.co.id
  10. Zunino, P., Unterluggauer, T., Marinelli, M., Engelhardt, J. Impact of electric vehicles on low-voltage distribution networks: A critical review. eTransportation, 2026. sciencedirect.com
  11. Hungbo, M., Gu, M., Meegahapola, L., Littler, T., Bu, S. Impact of electric vehicles on low-voltage residential distribution networks: A probabilistic analysis. IET Smart Grid, 6(5), 536-548, 2023. doi.org/10.1049/stg2.12123

Catatan penulis: tulisan ini adalah rangkuman dan pendapat pribadi saya atas informasi umum yang tercantum pada daftar referensi. Ini bukan penelitian, bukan pula pernyataan resmi dari lembaga mana pun.

“Sukses Selalu di Darat, Laut dan Udara” — haidarahmad

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Translate to: »