Kapasistas charger kendaraan listrik, Sering dengan istilah slow charger, fast charger, bahkan ada yang menyebutnya ultra fast chager, namun sebenarnya apakah itu? Mengapa menggunakan istilah tersebut pada charger kendaraan listrik.
Slow charger, fast charger, dan ultra fast charger sering digunakan pada pengisian energi kendaraan listrik. Kata-kata tersebut menunjukan kecepatan atau durasi pengisian kendaraan listrik. Yang menyebabkan semakin cepat pengisian energi kendaraan listrik adalah kapasitas keluaran (output) dari charger yang umumnya dengan satuan kW (kilo Watt) yang menunjukan daya. Semakin besar kapasitas output charger, maka semakin cepat pengisian energi kendaraan listrik. Saat ini durasi pengisian energi kendaraan listrik masih menjadi salah satu kendala karena masih membandingkan dengan durasi pengisian BBM kendaraan ICE (internal combustion engine). Lalu bagaimana penjelasan atas istilah tersebut?
Pengelompokan Kapasitas Charger Kendaraan Listrik
Pengelompokan kapasitas charger kendaraan listrik umumnya sebagai berikut:
Level 1: Menggunakan konektor Type 2 dengan arus keluaran AC, kapasitas maksimal adalah 7 kW (7.000 watt). Arus keluaran maksimal sebesar 32 A, dengan tegangan keluaran maksimal 230 V.
Level 2: Memiliki beberapa varian yaitu:
- Keluaran arus AC menggunakan konektor Type 2 kapasitas 22 kW (22.000 watt). Arus keluaran maksimal dari tipe ini sebesar 32 A, dan tegangan keluaran maksimal 400 V.
- Keluaran arus DC menggunakan konektor CCS2 atau CHAdeMO kapasitas 25 kW (25.000 watt). Maksimal arus keluarannya sebesar 50 A, dengan tegangan keluaran maksimal 500 V.
Level 3: Varian atas level ini adalah sebagai berikut:
- Konektor Type 2 dengan arus keluaran AC, kapasitas 43 kW (43.000 watt) dan arus keluaran maksimal sebesar 63 A, tegangan keluaran maksimal 400 V.
- Konektor CCS2 atau CHAdeMO dengan arus keluarn DC, kapasitas mulai dari 50 kW (50.000 watt) ke atas dan tegangan keluaran maksimal 1.000 V, arus keluaran maksimal sebesar 500 A untuk konektor CCS2 atau 400 A untuk konektor CHAdeMO.
Lebih lengkap terkait dengan tipe konektor sudah ada pada tulisan berikut.
Sebagai catatan bahwa level yang saya sebutkan di atas merupakan spesifikasi teknis yang berlaku di Indonesia, karena spesifikasi teknis tersebut dapat berbeda dengan di negara lain contohnya yang ada pada tautan berikut.
Jargon Pada Charger Kendaraan Listrik
Lalu apa hubungannya dengan istilah slow, medium, fast atau ultra fast charger? Ternyata hal tersebut awalnya hanyalah penggunaan jargon untuk memudahkan dalam mengkomunikasikan level kapasitas charger kendaraan listrik. Bahkan hal untuk ultra fast charger (menurut saya) hanya bahasa marketing untuk menunjukan bahwa durasi waktu charging kendaraan listrik bisa mendekati pengisian BBM kendaraan ICE.
Slow charger untuk penyebutan charger level 1 atau penyebutan lainnya menggunkan kalimat home charger. Medium charger untuk charger level 2, sedangkan level 3 menggunakan penyebutan fast charger. Untuk tujuan marketing yang menunjukan charging kendaraan listrik tidak perlu waktu lama, maka kalimat utra fast charger untuk charger dengan kapasitas keluaran mulai dari 100 kW (100.000 watt) ke atas.
Menggunakan Fast dan Ultra Fast Charging
Sebagai informasi tambahan pada tulisan ini, beberapa kali saya berdiskusi dengan orang yang mewakili produsen kendaraan listrik. Pada diskuisi tersebut mereka tidak pernah menyarankan untuk melakukan fast atau ultra fast charging pada kendaraan listrik dalam kondisi normal. Menggunakan fast atau ultra fast charger hanya dalam keadaan darurat karena dapat memperpendek usia dari bateri kendaraan listrik.
“Sukses Selalu di Darat, Laut dan Udara”