Kendaraan Listrik Tidak Perlu SPKLU

Banyak orang bertanya-tanya apakah mereka bisa menggunakan kendaraan listrik tanpa bergantung pada SPKLU. Berdasarkan pengalaman pribadi menggunakan kendaraan listrik selama seminggu, saya dapat dengan tegas mengatakan bahwa kendaraan listrik tidak perlu selalu bergantung pada SPKLU. Sebagaimana pada tulisan saya di tahun 2021, dengan perhitungan seperti itu, kita dapat menggunakan kendaraan listrik tanpa bergantung pada SPKLU.

Sebelum lebih jauh pembahasan charging kendaraan listrik tanpa SPKLU, saya ingin berterima kasih kepada pihak Wuling Motors yang telah meminjamkan unit Cloud EV sebagai objek riset untuk mendapatkan charging experience kendaraan listrik.

Wuling Cloud EV yang tidak perlu SPKLU
Wajah Wuling Cloud EV yang tidak perlu SPKLU
Cloud EV
Bagasi yang luas dari Wuling Cloud EV

Pengalaman Mengisi Daya di Rumah dengan Portable Charger

Selama seminggu, saya menjalani rutinitas harian menggunakan mobil listrik tanpa sekalipun mampir ke SPKLU. Total perjalanan selama seminggu yaitu 435 km. Semua proses pengisian daya dilakukan di rumah menggunakan portable charger dengan daya 2200 watt (2.2 kW). Meskipun ini adalah daya yang relatif rendah dibandingkan dengan SPKLU yang bisa mencapai puluhan kW, proses pengisian tetap berjalan dengan lancar dan cukup memadai untuk kebutuhan sehari-hari. Saya mulai melakukan charging setiap malam, sekitar pukul 21:00. Mobil listrik mulai perjalanan dari rumah sekitar pukul 07:00. Secara umum saat saya berangkat dari rumah, kondisi baterai sudah 100%.

Biaya Pengisian Daya di Rumah

Salah satu keuntungan utama dari mengisi daya kendaraan listrik di rumah adalah biayanya yang sangat terjangkau. Selama seminggu menggunakan portable charger di rumah, total biaya listrik yang saya habiskan hanya berkisar Rp. 150.000. Jumlah ini jauh lebih murah dibandingkan biaya bahan bakar untuk mobil konvensional dengan jarak tempuh yang sama. Dan nilai tersebut belum menghitung diskon dari PLN untuk overnight charging sebesar 30% yang menurut saya tidak perlu karena nilainya yang tidak signifikan.

Untuk lebih memperjelas, biaya tersebut dihitung berdasarkan tarif listrik rumah tangga yaitu Rp. 1.699 per kWh karena daya di rumah saya sebesar 5.500VA. Dengan daya charger sebesar 2200 watt dari data yang saya catat, membutuhkan waktu rata-rata 9 jam per malam, pengeluaran untuk listrik tetap terkendali dan sangat ekonomis.

Jarak Tempuh Harian dan Pengisian Daya

Selama seminggu ini, saya rata-rata berkendara sejauh 30-50 km per hari. Dengan jarak tempuh tersebut, pengisian daya di malam hari sangat cukup. Melakukan charging pada malam hari selama sekitar 9 jam, ketika mobil terparkir. Setiap pagi, mobil siap berkativitas dengan daya baterai yang mencukupi untuk aktivitas sehari-hari.

Untuk kebutuhan perjalanan dalam kota, pengisian daya di rumah menggunakan portable charger 2200 watt sangat praktis. Tidak ada kebutuhan untuk mengunjungi SPKLU yang mungkin jaraknya jauh di luar jalur aktivitas sehari-hari.

Kesimpulan: SPKLU Tidak Selalu Diperlukan

Dari pengalaman ini, jelas bahwa kendaraan listrik tidak harus bergantung pada SPKLU. Bagi mereka yang memiliki akses ke listrik di rumah dan melakukan perjalanan harian yang tidak terlalu jauh, mengisi daya di rumah menggunakan portable charger sudah cukup. Selain itu, biaya pengisian daya di rumah sangat terjangkau, menjadikan kendaraan listrik lebih ekonomis dalam jangka panjang.

Tentunya, jika Anda sering bepergian jauh, SPKLU tetap menjadi pilihan penting. Namun, untuk penggunaan harian dalam kota, pengisian daya di rumah adalah solusi yang nyaman, hemat, dan ramah lingkungan. Jadi, bagi Anda yang masih ragu untuk beralih ke kendaraan listrik karena ketersediaan SPKLU, kini saatnya mempertimbangkan kembali. Dengan perencanaan yang tepat, kendaraan listrik bisa menjadi pilihan terbaik untuk mobilitas sehari-hari tanpa perlu repot mengunjungi SPKLU.

Terkhusus untuk yang tertarik menggunakan mobil listrik dari Wuling, karena memiliki soket dengan tipe GB/T (berbeda dengan standard SPKLU di Indonesia yang menggunakan type 2 dan CCS2), skenario charging di rumah menjadi pertimbangan yang tepat. Selama melakukan perjalanan dalam kota, tidak perlu khawatir untuk charging kecuali berniat akan perjalanan antar kota yang cukup jauh.

Masukan Untuk Wuling Cloud EV

Setelah menggunakan Cloud EV selama satu minggu, ada beberapa masukan yang mungkin dapat menjadi pertimbangan pihak Wuling Motors terhadap pengembangan tipe ini selanjutnya. Masukukan untuk Cloud EV antara lain:

  1. Entertainment system perlu dapat terhubung dengan Android Auto dan Apple Carplay. Dengan layar 15 inch sangat sayang tidak dapat terhubung dengan smartphone, dan tidak bisa membuka peta.
  2. Pengaturan mobil tidak harus semuanya masuk ke dalam headunit. Masih perlunya tombol-tombol fisik terutama pengaturan dan pelipatan spion. Agak merepotkan untuk mengatur dan melipat spion jika harus melalui touchscreen.
  3. Informasi charging kurang lengkap. Perlunya informasi daya yang masuk saat charging serta informasi kapasitas baterai dan kapasitas charging (dalam satuan kWh). Hal ini akan sangat baik untuk ada sehingga pengguna mendapatkan gambaran yang tepat berapa kapasitas baterai dan yang masuk saat melakukan charging.
  4. Tombol pada kunci remote sangat mudah tertekan. Beberapa kali bagasi mobil terbuka karena tombol membuka bagasi tidak sengaja tertekan saat kunci mobil saya simpan dalam saku celana.

Segitu saja sedikit tulisan saya mengenai Kendaraan Listrik Tidak Perlu SPKLU. Mohon maaf foto dokumentasi saya menggunakan Cloud EV belum bisa saya masukan dalam posting ini karena hp yang saya gunakan rusak total. Foto-foto akan saya masukan setelah saya berhasil memperbaiki hp tersebut.

“Sukses Selalu di Darat, Laut dan Udara”